KAMU TIDAK SENDIRI

Published by admin on

KAMU TIDAK SENDIRI

“…But you are not alone – I am here with you – Though we’re far apart – You’re always in my heart – You are not alone…”

    Sebagian dari kita tidak asing dengan penggalan lirik di atas. Ya, King of Pop – Michael Jackson pernah mengumandangkannya ke seluruh jagat raya pada medio Agustus 1995. Lagu ini sarat akan pesan persaudaraan, kebersamaan, serta penguatan dikala seseorang merasa terpuruk dalam hidupnya. 

    Saat ini hampir seluruh umat manusia sedang merasakan keterpurukan yang mendalam terlebih kehidupan ekonomi mereka. Tidak hanya ruang lingkup sebuah negara tetapi juga merasuk kehidupan pribadi per pribadi. Semua ini sebagai dampak langsung dari penyebaran virus Covid-19 yang hari ke hari terus menunjukkan peningkatan penyebarannya.

    Namun, selalu saja ada dampak positif dari apa yang biasa kita sebut sebagai bencana. Beberapa media menuliskan sejak beberapa bulan manusia tidak melakukan aktivitas rutinnya – bekerja atau bersekolah – alam menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Lapisan es di kutub utara dan selatan serta ozon kembali menebal, langit pun tampak membiru,. Alam telah menemukan caranya sendiri untuk memulihkan kondisinya.

    Tidak hanya alam, manusia pun sebagai mahkluk Tuhan yang pada dasarnya diciptakan baik adanya, lebih menampakkan kepedulian kepada sesama. Terlebih kepada mereka yang mengalami penurunan kehidupan ekonomi sebagai dampak dari work or school from home. Para pengendara ojek online (OJOL) adalah salah satu dari sekian banyak pelaku ekonomi yang terdampak dari pandemi ini. 

    GKI Bintaro melihat dan peduli akan hal ini. Melalui para pengurus wilayah (GKI Bintaro menerapkan pembagian wilayah berdasarkan zona tempat tinggal jemaatnya) dan aktivis gereja dibawah koordinasi Majelis Jemaat, melakukan kegiatan kesaksian dan pelayanan. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pembagian makanan dan sembako kepada beberapa supir ojol di seputaran lingkungan gereja. 

    Keceriaan tampak jelas diraut wajah mereka saat menerima bantuan.. Meskipun bantuan tidak sepenuhnya bisa menutupi kebutuhan ekonomi, namun setidaknya mereka merasa bahwa masih ada orang-orang yang peduli akan kehidupan mereka. Sebuah bentuk kepedulian yang mampu melampaui keimanan, sosial, maupun ras yang ada.

      Saatnya gereja terpanggil keluar, tidak hanya memperhatikan jemaatnya tetapi juga mereka yang mungkin saat ini masih bertanya siapa sih Tuhan Yesus Kristus itu. Sembari terus berharap agar pandemi ini bisa segera berlalu, biarlah para pengemudi ojol ini terus menjalankan rutinitas mereka. Sebagian dari beban ekonomi mereka kiranya bisa menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk gereja didalamnya.

“…Heal the world – Make it a better place – For you and for meAnd the entire human raceThere are people dyingIf you care enough for the livingMake it a better place For you and for me…”         

                                                                                                                            rpa, april 2020

                    

ALBUM

Categories: Artikel Umum

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *