TELOR PASKAH

Published by admin on

TELOR PASKAH

    Ajaran Agama dan Adat Budaya, sering berjalan tidak seiring bahkan bertolak belakang. Ajaran Agama berpusat pada ajaran yang dari Tuhan , sementara Adat Budaya diwarnai dengan ajaran dari illah illah lain, dewa dewi yg diujutkan dalam bentuk patung, berhala, sebagai sesembahannya.
Penyembah2 berhala ini dikenal dengan sebutan KAUM PAGAN.

    Di Solo, disalah satu Gereja yg pernah suatu kali saya ikut Kebaktian disana, ditekankan bahwa Anggota Gereja tidak diperkenankan mengadakan Kebaktian 3 hari, 7 hari dan 40 hari , setelah anggota keluarganya meninggal dunia.Karena itu adat budaya jawa yg tidak Alkitabiah. Dan kalau kita cari, akan banyak lagi hal hal yg dilarang oleh Agama karena tidak sejalan dengan isi Kitab Suci yg menjadi Ajaran. Apakah betul harus seperti itu sikap kita sebagai Umat Kristen ?

    Namun kalau kita cermati, ternyata Tuhan Yesus sendiri banyak mengambil adat budaya Yudaisme, agama orang Yahudi, dan malah menjadikan sebagai penggenapan Nya akan Perjanjian Lama. Perjamuan Paskah sebelum Tuhan Yesus dikorbankan adalah peringatan Paskahnya bangsa Yahudi. Dengan makan Roti yang tidak beragi dan darah domba yang dioles dipintu, maka Keluarga Yahudi akan selamat, Malaikat Tuhan akan lewat ( Pesakh ), tidak berhenti untuk mengambil anak sulung Mereka. Tuhan Yesus mengambil momen Paskah tersebut dengan Paskah baru, dimana Tuhan Yesud memberikan DarahNya dan TubuhNya untuk menebus dosa dunia, maka Tuhan melewatkan kita yang percaya dari hukuman maut kekal. Itulah Pesakh kita yang kita sebut PASKAH, dikenal juga sebagai PASSOVER.

    Pada saat bangsa Yahudi merayakan “Hag Shafuot” yang kita kenal sebagai perayaan hari Pentakosta, dimana bangsa Yahudi merayakan panennya dan ungkapan syukur bahwa Tuhan melalui Musa telah mengaruniakan petunjuk Nya dalam 10 Perintah Tuhan, yang dengan lidah lidah api dituliskan Nya pada kedua Loh Batu. Tuhan Yesus memakai moment ini untuk mencurahkan Roh Kudus kepada murid murid Nya, melalui lidah lidah api dituliskan Nya pada Loh Hati murid murid Nya. Bahkan pada saat bangsa Yahudi mengadakan perayaan yang tidak tercatat dalam Perjanjian Lama, yakni Hanukkah, perayaan Pentahbisan Bait Allah yg ditandai dengan terangnya lampu ,ternyata Tuhan Yesus juga berkenan hadir ( Yoh 10:22-23 ) Dan bukan sekedar terang lampu, namun Tuhan Yesuslah sendiri yang menjadi Terang dunia.

    Telor Paskah, tidak tercantum dalam Alkitab. Namun dipakai Umat Kristen sebagai simbol Paskah. Bahkan sampai dihias hias sedemikian rupa, dan hampir disemua sekolah minggu, sebagai penguat ingatan anak anak akan Paskah, dipakai sebagai permainan yang mengasikkan, mencari telor yg diumpetin, yang akan dikenang lama oleh anak anak, bahkan bisa sampai seumur hidupnya. 

SALAHKAH ITU SEMUA ?

    Kalangan Indo-Eropa yang mempunyai 4 musim. Setiap kali selesai musim gugur dan memasuki masa musim semi, dimana pohon pohon yang seolah mati, tinggal carang carangnya, kembali bersemi dan memberikan pesan bahwa mereka telah hidup kembali. Suasana ini memberikan kegembiraan bagi seluruh masyarakat Umat Pagan disana, dengan ungkapan syukur yang dinyatakan dengan saling berkirim telor. Mengapa Telor? Karena telor adalah bentuk lain dari simbol kehidupan.  Setelah sampai pada saatnya, bibit yang didalam akan memecah cangkang telor, dan lahirlah kehidupan baru sebagai anak ayam.

    Paskah adalah dimana Umat Kristen memperingati Kebangkitan Tuhan Yesus setelah disalibkan ,Wafat dan dikuburkan. Tuhan Yesus mampu mengalahkan kungkungan/cangkang maut , hidup kembali dan bangkit dari antara orang mati, naik ke sorga dalam kekekalan. Paskah ini di Eropa juga jatuh pada musim semi , bersamaan dengan bangsa pagan merayakannya dengan saling bertukar telor.

    Umat Kristen mula mula tidak mengharamkan cara yang dipakai oleh bangsa pagan ini, bahkan mengabdosinya. Dengan berbaurnya Umat Kristen dengan pagan dalam bertukar telor ini, maka Injil dengan lebih mudah diberitakan kepada mereka. Sehingga saat itu hampir semua pagan di Eropa menjadi percaya.

    Beragam kalangan yang memberikan tanggapan dan makna dari Telor Paskah ini. Dan banyak yang tidak setuju menggunakan Telor sebagai simbol Paskah, karena diambil dari adat bangsa penyembah berhala (pagan) dan tidak Alkitabiah. Namun saya sendiri berkeyakinan bahwa tidak ada salahnya dengan simbol Telor Paskah tersebut, sejauh kita meyakini bahwa Telor tersebut sebagai lambang adanya kehidupan, sebagaimana Tuhan Yesus yang telah Hidup kembali setelah kematian Nya.

Amin

Bintaro 11 April 2020.

   Bapak Sriyono


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *