PENTAKOSTA

Published by admin on

( Dengan latar belakang Perjanjian Lama )

Setelah bangsa Yahudi berdiaspora, ada kuwajiban yang harus dilakukan , yakni 3 kali dalam setahun harus mudik ke Yerusalem, dikenal sebagai  “ Shalos Regalim, yang artinya Tiga festival ziarah ke Yerusalem”  meliputi :

1. HARI RAYA PASKAH.            (HAG HA PESAKH)

2. HARI RAYA PENTAKOSTA. (HAG HA SHAVUOT)

3. HARI RAYA TABERNAKEL atau HARI RAYA PONDOK DAUN ( HAG HA SUKOT )

Hari raya PENTAKOSTA ( bhs Yunani yang arti harfiahnya adalah lima puluh ). Sedang dalam bahasa Ibrani disebut HAG SHAVUOT, yang artinya adalah hari raya tujuh minggu , dihitung mulai dari Sabat Pesakh ( Paskah Sabtu), Sesuai dengan Firman Tuhan Imamat 23 : 15. “Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus genap TUJUH MINGGU”

Waktu Tujuh Minggu ini adalah waktu yang diperlukan oleh bangsa Yahudi untuk “Panen Raya” menuai hasil cocok tanam mereka.

Sehari sesudah tujuh minggu itu ( hari ke 50 ), bangsa Yahudi mengadakan pesta besar sebagai ucapan syukur atas “Panen Raya” dengan masing masing mempersembahkan “Hasil pertama bumi / buah buah pertama”

Imamat 23 : 16

“Sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung LIMA PULUH HARI; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN”

Dasar inilah yg sepertinya dipakai oleh Jemaat GKJ mengadakan “Riyoyo unduh unduh” pada perayaan hari ke 50 / Pentakosta, demikian juga Gereja kita beberapa kali mengadakannya dengan judul “Panen Raya” dalam bentuk bazar. Namun 2 tahun terakhir tidak terlaksana, karena bertepatan dengan waktu Puasa saudara kita, dan tahun ini karena pandemi covid 19.

Satu hal lagi yang dirayakan bangsa Yahudi pada hari Pentakosta adalah Z’MAN MATAN TORATENU yang artinya “ SAAT PEMBERIAN TAURAT KAMI”. Bangsa Yahudi meyakini bahwa “Sepuluh Perintah Tuhan” yang merupakan dasar Hukum Taurat, diberikan di gunung Sinai tepat 50 hari setelah bangsa Israel keluar dari tanah mesir. ( Talmud Babilonia PESACHIM, fol.68.2 ).

Hari Raya Pentakosta yang sekarang kita rayakan, adalah Hari Raya Pentakosta Perjanjian baru, yakni hari dimana ROH KUDUS dicurahkan kepada umat yang percaya.

Kis 2:1-3

“Ketika tiba hari Pentakosta, SEMUA ORANG PERCAYA berkumpul disatu tempat. Tiba tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk. Dan tampaklah kepada mereka lidah lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap kepada mereka masing masing”

Sekilas kita melihat sepertinya ada perbedaan antara Pentakosta Yahudi ( Perjanjian Lama ) dengan Pentakosta Perjanjian Baru. Namun sebenarnya Pentakosta PB adalah penggenapan akan Pentakosta PL sebagaimana sudah dinubuatkan Tuhan terlebih dahulu melalui Nabi Yeremia 31:32 – 33  :

“32.Bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi Tuan yang berkuasa atas mereka, demikian Firman TUHAN.

33Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN; Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku”

Jadi Pentakosta PB adalah penggenapan atas Pentakosta PL. Sepuluh Perintah Allah diturunkan kepada Musa digunung Sinai ditandai dengan adanya guruh, kilat,awan padat serta bunyi sangkakala yang sangat keras.

( Keluaran 19:16 )

Sementara pada Pentakosta PB, ROH KUDUS turun kepada semua orang percaya ditandai dengan suara angin yang keras serta lidah lidah api yang bertebaran yang hinggap pada mereka masing masing. Tanda tanda keduanya sangat mirip, pada Pentakosta PL, melalui lidah api kilat Tuhan menuliskan Taurat-Nya pada dua loh batu, sementara pada Pentakosta PB, Roh Kudus dicurahkan melalui lidah lidah api,  Tuhan menuliskan Taurat-Nya pada hati orang orang percaya.

Mujizat atas turunnya Roh Kudus ini adalah murid murid dimampukan Tuhan untuk berkata dalam berbagai bahasa, sehingga pemberitaan Injil oleh mereka bisa dimengerti selain orang Yahudi lokal juga oleh orang Yahudi diaspora yang berbicara dengan bahasa sesuai dengan bahasa dinegara dimana mereka tinggal. Dan saat itu 3.000 jiwa menjadi percaya. Dan dengan Roh Kudus sudah masuk kedalam hati murid murid, maka pemberitaan Injil semakin meluas , panen raya jiwa terus berlangsung dimana sebagian besar umat dunia menjadi percaya.

Pentakosta PL dirayakan karena bangsa Israel memperingati waktu Taurat Tuhan diturunkan kepada mereka sekaligus bersuka cita atas panen raya hasil cocok tanam mereka. Sementara Pentakosta PB adalah penggenapan , dimana Taurat Tuhan turun bukan dalam bentuk loh batu, tapi dalam bentuk Roh Kudus yang dituliskan dalam hati orang percaya, sehingga panen raya atas jiwa jiwa dimulai dari Yerusalem sampai ke segala penjuru dunia.

Bintaro 30 Mei 2020.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *